Home » Gadget » 7 Tips Merawat Baterai Hp Android ‘Agar Awet Tidak Cepat Rusak’

7 Tips Merawat Baterai Hp Android ‘Agar Awet Tidak Cepat Rusak’

Kamis, Februari 23rd 2017. | Gadget, Tips & Trik

Baterai adalah salah satu bagian dari Hp Android yang memiliki peran sangat vital. Tanpa bagian ini, HP secanggih apapun tidak akan menjadi berguna.

Daya yang tersimpan dalam sebuah baterai menjadi “sumber energi” yang penting dan dibutuhkan untuk menjalankan semua fungsi yang terdapat pada sebuah handphone.

Fungsi penting baterai ini bisa dianalogikan seperti pentingnya fungsi jantung dalam tubuh manusia.

Nah, dengan fungsinya yang sangat penting tersebut, sudah seharusnya kondisi baterai menjadi salah satu hal yang harus sangat diperhatikan oleh para pengguna gadget pintar.

Akan tetapi, tidak semua pengguna menyadari hal tersebut. Penggunaan hp android yang tidak memperhatikan “kesehatan” baterai akan berdampak kurang baik terhadap performa alat canggih ini di masa yang akan datang.

Banyak aktivitas-aktvitas yang tidak disadari para pengguna yang menyebabkan performa baterai menjadi lebih cepat menurun.

Hal ini akan membuat baterai tidak dapat berfungsi dengan baik, dan yang lebih parah lagi akan menyebabkan kerusakan permanen.

Merawat Baterai HP Android

Merawat Baterai HP Android

Lalu bagaimana caranya untuk merawat baterai hp android yang Kamu miliki?

Apa saja hal-hal yang perlu Kamu perhatikan untuk performa baterai Kamu tetap terjaga dengan baik?

Semuanya akan kita ulas secara lengkap dalam artikel ini. Let’s Go!

Baterai Android Cepat Rusak? Kok Bisa

Nah, sebelum Kamu membaca beberapa tips untuk merawat baterai hp android Kamu, ada baiknya Kamu mengetahui terlebih dahulu beberapa hal ‘ penting’ seputar baterai dan kerusakan yang mungkin saja terjadi.

Kerusakan ataupun penurunan performa pada baterai dapat disebabkan oleh banyak hal.

Pada umumnya, baterai yang digunakan untuk penyimpan daya pada suatu handphone yaitu berupa baterai lithium ion.

Baterai jenis ini menjadi jenis yang paling sering digunakan karena memiliki kemampuan yang  bagus dalam menyimpan daya.

Namun dibalik keunggulannya tersebut, baterai jenis litihium ini memiliki beberapa kelemahan.

Sifatnya yang mudah panas menjadikannya rawan untuk cepat mengalami penurunan performa akibat hal tersebut, dengan kata lain “merupakan jenis baterai yang cepat rusak’

Ketika kondisi yang terlalu panas terjadi, maka sering menyebabkan terjadinya pembengkakan pada baterai, yaitu baterai menjadi tampak menggelembung. Atau dalam istilah lucunya, biasa juga disebut “baterai hamil”.

Kondisi ini apabila dibiarkan akan berbahaya, karena memungkinkan baterai dapat meledak pada suatu waktu. Ledakan dapat terjadi akibat terjadinya korsleting pada bagian dalam baterai.

Tentu akan sangat berbahaya apabila hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara-cara terbaik untuk merawat baterai gadget yang Kamu miliki untuk menghindari resiko tersebut.

Perlu untuk diketahui, seperti bagian-bagian lain dalam sebuah gadget, baterai juga tidak dapat bertahan selamanya.

Ada batas waktu tertentu hingga suatu baterai akan mengalami penurunan performa.

Umumnya baterai yang beredar sekarang ini dapat bertahan dan berfungsi optimal  sekitar 2-3 tahun pemakaian.

Umur baterai dapat lebih pendek dari itu apabila mendapatkan perlakuan yang “kurang baik” dari sang pengguna.

Oleh sebab itu bijaklah dalam merawat baterai hp androidmu.

Baca Juga:

Baik langsung saja, tips merawat baterai hp android berikut ini wajib kamu lakukan agar baterai androidmu tidak cepat rusak. Semoga Bermanfaat.

Tips 1: Lakukan pengisian baterai dengan sehat

Baterai handphone ataupun produk gadget sejenis umumnya (atau bahkan bisa dibilang seluruhnya) merupakan baterai isi ulang.

Itu artinya, baterai jenis ini dapat diisi ulang kembali (recharging) ketika daya yang tersimpan pada baterai telah habis.

Kondisi tersebut membuat pola pengisian baterai menjadi sangat penting, khususnya terkait dengan kesehatan pada baterai tersebut.

Pola pengisian baterai yang salah, cenderung akan berdampak buruk bagi performa baterai secara jangka panjang.

Hal yang perlu untuk Kamu perhatikan terkait hal ini yaitu jangan terlalu lama melakukan pengisian. Pengisian baterai yang dilakukan terlalu lama akan berdampak buruk bagi kondisi baterai.

Pengisian baterai adalah salah satu kondisi yang cepat membuat baterai menjadi panas. Terlalu lama mengisi baterai akan membuat baterai menjadi lebih cepat panas.

Penting:

  • Sebaiknya isi baterai secukupnya dan segera cabut charger jika memang kondisi baterai telah penuh.
  • Sebaiknya segera hentikan pengisian bila gadget dirasa sudah berada pada kondisi yang terlalu panas.

Guna mencegah supaya gadget tidak cepat “kepanasan” ketika dilakukan pengisian baterai, ada baiknya jika Kamu mematikan terlebih dahulu gadget Kamu selama proses pengisian berlangsung.

Hal tersebut akan membuat proses pengisian menjadi lebih optimal, dan akan menghindarkan baterai handphone Kamu dari terlalu cepat panas selama proses pengisian dilakukan.

Tips 2. Jangan isi baterai terlalu penuh?

Hal ini mungkin tidak banyak diketahui oleh para pengguna gadget. Kebanyakan pengguna cenderung akan mengisi baterainya sampai penuh, hingga full 100 %.

Namun, apakah hal tersebut baik untuk selalu dilakukan?

Dan jawabannya ternyata tidak. Selalu mengisi baterai hingga kemampuan maksimalnya ternyata tidak terlalu disarankan.

Sebenarnya tidak ada larangan untuk selalu mengisi baterai handphone hingga 100 %, hanya saja hal tersebut lebih baik tidak Kamu lakukan terlalu sering.

Perlu Kamu ketahui, performa terbaik baterai rata-rata biasanya adalah ketika daya yang tersimpan didalamnya berada pada kisaran 50-80 % saja.

Pengguna disarankan untuk mengisi baterai hingga kisaran tersebut sebagai langkah untuk merawat dan memperpanjang umur baterai.

Pengisian hingga maksimum 100 %  ternyata secara jangka panjang dapat mempengaruhi performa dan daya tahan baterai secara umum.

Bukan berarti Kamu tidak diperbolehkan sama sekali untuk mengisi penuh baterai Kamu.

Hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.

Akan tetapi, guna menjaga keawetan baterai gadget yang Kamu miliki, sebaiknya hal tersebut tidak Kamu lakukan terlalu sering.

Tips 3. Segera hentikan pengisian jika baterai androidmu telah penuh!

Seringkah Kamu melakukan charging pada handphone Kamu sebelum tidur, dan membiarkannya tetap dicharge semalaman penuh? Sebaiknya kebiasaan tersebut segera Kamu tinggalkan.

Pada umunya baterai handphone dapat terisi penuh dengan memakan waktu sekitar 1-3 jam.

Akan menjadi hal yang berlebihan apabila Kamu kemudian membiarkan gadget Kamu tetap terpasang ke sumber listrik semalaman penuh (6-8 jam).

Selain tidak bermanfaat, ternyata kebiasaan tersebut dapat pula membuat performa baterai menjadi menurun.

Umumnya karena kebiasaan ini, akan menyebabkan baterai menjadi lebih cepat kehabisan daya, atau biasa juga disebut “baterai bocor”.

Kondisi tersebut akan membuat penggunanya menjadi lebih sering melakukan pengisian ulang baterai.

Tentu hal ini akan cukup mengganggu, terutama ketika berada dalam kondisi yang tidak terlalu memungkinkan untuk mengisi baterai (misalnya karena jauh dari sumber listrik).

Sebaiknya rencanakan sebaik-baiknya kapan baterai harus segera diisi ulang.

Untuk kemampuan baterai saat ini yang rata-rata 2000-3000 mAh, dengan pemakaian gadget normal, mungkin akan diperlukan pengisian ulang baterai 1-2 kali setiap harinya.

Atur jadwal pengisian sebaik mungkin. Bisa di pagi hari sebelum Kamu memulai aktivitas, atau menjelang malam selepas Kamu pulang dari kerja/aktivitas lain.

Yang terpenting adalah jangan terlalu sering membiarkan pengisian dengan waktu yang berlebihan, karena itu akan berdampak kurang baik untuk handphone yang Kamu miliki.

Tips 4. Hindarkan baterai androidmu dari kondisi panas berlebihan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bateri lithium-ion memiliki kecenderungan untuk cepat panas.

Oleh karena itu, hindari gadget yang Kamu miliki dari kondisi panas pada lingkungan sekitar Kamu.

Hal tersebut mungkin sering tidak Kamu sadari, dan tidak terlalu Kamu perhatikan.

Tempat penyimpanan yang yang memiliki suhu panas, atau terpapar panas secara langsung, akan mempengaruhi kondisi baterai handphone Kamu.

Misalnya kondisi ini terjadi akibat gadget Kamu berada di tempat yang terpapar sinar matahari secara langsung.

Atau bisa juga Kamu bawa ke luar ruangan ketika matahari sedang terik-teriknya.

Sebaiknya hal ini benar-benar Kamu hindari supaya gadget tidak menjadi panas.

Usahakan untuk menyimpannya di tempat penyimpanan yang sejuk.

Atau ketika Kamu sedang berada di luar ruangan, simpan gadget Kamu di tas ataupun tempat penyimpanan lain, yang sekiranya dapat mencegah gadget Kamu terpapar panas matahari terlalu lama.

Tips 5. Hindarkan baterai dari tekanan berlebih

Mungkin kondisi ini tidak sering terjadi, tapi ada baiknya untuk selalu Kamu hindari.

Perlatan elektronik, termasuk baterai, memiliki kerentanan yang tinggi untuk menjadi rusak ketika mengalami tekanan berlebih, ataupun benturan yang terlalu keras.

Oleh karena itu, usahakan untuk menjaga baterai Kamu dari tekanan yang berlebih.

Misalnya mencegah baterai tertumpuk barang yang lainnya, atau juga menghindari baterai untuk terduduki.

Beberapa orang memilki kebiasaan untuk menyimpan handphonenya di bagian saku celana belakang, dan mungkin sering tidak sengaja untuk mendudukinya.

Hal ini perlu untuk Kamu cermati dan sebisa mungkin jangan sampai Kamu lakukan, karena selain dapat merusak baterai hp android kita tentu dapat membahayakan diri kita sendiri.

Baca:

Kejadian di Australia tahun lalu mengingatkan kepada kita akan bahayanya menduduki sebuah baterai.

Seorang pengemudi sepeda di Australia bernama Gareth mengalami luka bakar serius (tingkat 3). Hal tersebut terjadi saat Ia terjatuh dan hilang keseimbangan lalu tidak sengaja menduduki handphonenya (iphone 6), baterai handphone yang terhimpit lantas meledak dan memercikkan api.

Sontak membakar celana yang dikenakannya dan menyebabkan luka bakar.

Kejadian seperti ini memang jarang terjadi, namun kita juga harus lebih waspada karena bukan hanya menghindari hal semacam ini, melainkan agar baterai android kita lebih awet tentunya.

Tips 6. ‘Wajib’ Hukumnya Menggunakan charger resmi, Why?

Ketika dalam keadaan darurat, meminjam charger menjadi hal yang lumrah ketika Kamu harus segera mengisi baterai handphone Kamu namun lupa membawa chargernya.

Hal tersebut sebenarnya bukan hal yang terlalu serius, tapi perlu juga untuk Kamu perhatikan.

Charger bawaan yang bersifat resmi, yang biasanya akan didapatkan bersamaan dengan dibelinya handphone tersebut, memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.

Kemampuan tersebut didasarkan dari kebutuhan dan karakteristik gadget itu sendiri.

Charger dirancang agar pengisian dapat berlangsung secara optimal, dan tentu saja dapat mengisi dengan sehat.

Pengaturan seberapa daya yang diserap dan seberapa lama daya tersebut masuk ke handphone menjadi pertimbangan utama para produsen dalam merancang charger untuk produk yang merek buat.

Proses kerja dalam Handphone kurang lebih sebagai berikut: IC mengontrol charging ke baterai, meneruskan daya listrik ke tombol sleep/wake, mengontrol fungsi USB dan mengatur proses pengisian baterai ke IC yang bertugas mengisi listrik.

Nah, jika kamu terlanjur menggunakan charger yang tidak resmi atau berbeda spesifikasi dan merasa Handphone yang kamu pakai baik-baik saja, bukan berarti Handphone dalam kondisi aman.

Biasanya dalam pemakain jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif terutama kerusakan pada IC. Beberapa gejala kerusakan pada Hp android karena menggunakan carger tidak sesuai spesifikasi seperti:

  • Handphone otomatis nyala sendiri (ON)
  • Baterai tidak mau charging di atas 1%
  • Saat iPhone dicharge, tampilan ‘blank’ dan handphone tidak terisi daya listrik
  • Saat baterai dilepas dan handphone ditempatkan dicharge, handphone tidak otomatis booting ke logo Android.

Berbeda dengan carger tidak resmi, carger handphone android asli dapat  mengatur voltase dan arus listrik pada level yang dianggap paling aman untuk semua komponen di dalam handphone.

Oleh sebab itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya hindarkan melakukan charging dengan tidak menggunakan charger resmi produk tersebut.

Akan lebih aman jika Kamu melakukan pengisian dengan menggunakan charger resmi.

Tips 7. Tetap isi baterai Hp Androidmu saat tidak dipakai dalam jangka waktu lama

Saat Kamu memiliki rencana untuk menyimpan handphone Kamu dalam jangka waktu lama, perhatikan terlebih dahulu kondisi baterainya.

Usahakan agar baterai tersimpan dengan tetap terisi, dan jangan sampai habis sama sekali.

Meskipun baterai tidak Kamu pakai, umumnya daya yang tersiman di dalamnya juga akan sedikit demi sedikit menjadi habis.

Sehingga, sebaiknya apabila Kamu ingin menyimpannya dalam jangka waktu lama, isi terlebih dahulu beberapa persen, mungkin sekitar 40-60% menjadi angka yang cukup aman.

Hal tersebut untuk menghindari agar baterai jangan sampai tidak menyisakan daya sama sekali  (0 %).

Kondisi habis sama sekali (0 %) tersebut akan membuat lithium-ion tidak stabil, dan  dapat menjadi berbahaya ketika akan digunakan kembali.

Atau paling tidak menyebabkan baterai HP androidmu “Soak”, hal ini terjadi karena sel/ ion yang ada didalam batere sudah tidak aktif aslias rusak.

Itulah beberapa tips dalam merawat hp android agar awet serta tidak cepat rusak, semoga bermanfaat dan baterai androidmu tetap awet.

tags:

Komentar ditutup.