Home » Startup » 7 Perusahaan Teknologi Startup Sukses di Indonesia

7 Perusahaan Teknologi Startup Sukses di Indonesia

Kamis, Januari 19th 2017. | Startup

Typodea.com – Pada dekade belakangan ini perkembangan teknologi terutama teknologi startup didunia sangat pesat sekali, bahkan tingkat persaingannyapun semakin ketat.

Katakanlah salah satu rajanya yaitu Google begitu merajai industri startup dan semakin merambah ke banyak sektor melalui layanannya, saat ini google senantiasa melakukan banyak sekali inovasi dan kreasi sehingga menghasilkan perkembangan layanan yang sangat luar biasa.

Saat ini Google bukan sekedar mesin pencari melainkan sebuah perusahaan yang mengintegrasikan seluruh elemen kehidupan manusia mulai dari media sosial, aplikasi komunikasi, peta dunia, blog, email, pengiklanan, hingga layanan bisnis , semuanya terintegrasi dengan Google.

perusahaan teknologi indonesia

perusahaan teknologi indonesia

Nah, berbicara mengenai teknologi berbasis startup, saat ini bukan hanya serta merta mengenai Google saja, banyak sekali relung yang telah berkembang, mulai dari e-commerce, sosial media, maupun jenis startup lainnya.

Saat ini banyak sekali perusahaan non startup yang mulai melirik potensi pasar industri startup karena industri ini memiliki relung yang sangat besar sekali dan akan selalu berkembang, apalagi kebutuhan hidup manusia era ini tidak bisa terlepas dari yang namanya teknologi.

Sillicon Valey nampaknya dari hari kehari akan semain ramai saja 🙂

Bagaimana perkembangan ‘teknologi startup di Indonesia’?

Kita semua tahu bahwa belakangan ini banyak sekali perusahaan berbasis startup di Indonesia baik e-commerce, sosial media/forum, portal berita, mapun berbasis jasa (service).

Bahkan bisa dibilang aset dari perusahan-perusahaan berbasis startup di Indonesia saat ini sangat besar sekali dan tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan non teknologi startup.

Baca Juga:

Saat ini indonesia turut andil didalam perkembangan dunia teknologi terutama startup.

Meskipun perusahan-perusahaan startup ini masih menyasar pasar lokal namun investor luar negeri nampaknya melihat potensi yang sangat besar sehingga banyak sekali investor dari luar yang rela menggelontorkan dananya untuk mendanai perusahaan berbasis startup di Indonesia.

Bahkan investor yang berinvestasi ini merupakan investor-investor yang berada dibelakang layar dari perkembangan startup di dunia, seperti softbank, batavia incubator,  gree ventures, east ventures dll.

Berikut ini adalah “Perusahaan-Perusahaan Teknologi Startup Besar dan Sukses di Indonesia”  yang kisah kesuksesannya bisa menjadi motivasi dan Inspirasi bagi kita semua.

Lebih banyak bergerak dalam bidang e-commerce, beberapa diantaranya bergerak dalam bidang layanan :

Perusahaan Startup Pertama: Traveloka

Siapa yang saat ini tidak tahu yang namannya Traveloka?

Perusahaan yang satu ini adalah perusahaan yang merajai layanan pembelian tiket, baik tiket pesawat maupun reservasi kamar hotel.

Traveloka sangat terkenal lewat iklan-iklannya di televisi, mereka begitu gencar melakukan pengiklanan, bahkan beberapa media nasional menyebutkan treveloka menjadi salah satu pengiklan terbesar sepanjang tahun 2015-2016, bahkan di tahun 2017 ini nampaknya traveloka masih akan menerapkan teknik pemasaran yang serupa.

Traveloka mengawali kisah suksesnya di tahun 2012, jadi tidak lebih dari 5 tahun perusahaan ini telah menjelma menjadi perusahaan besar dan sukses di Indonesia.

Kisah suksesnya dalam waktu singkat ini dikarenakan relung yang dibidik benar-benar spesifik dengan kompetitor yang masih sedikit pula pada saat itu, selain itu treveloka yang menghadirkan bentuk pelayanan dan kemudahan sehingga pasar sangat antusias menyambutnya.

CEO Traveloka Ferry Unardi

CEO Traveloka Ferry Unardi @amazonnaws

Traveloka dimulai bukan oleh seorang amatir, melainkan orang-orang yang telah berkiprah dalam bidang teknologi di dunia.

Ialah Ferry Unardi (CEO) yang sebelumnya bekerja di perusahaan besar michrosoft, ia adalah seorang alumni (tidak lulus) salah satu universitas terbaik dunia yaitu sekolah bisnis Hardvard University.

Nah, kisah suksesnya Ferry membangun Traveloka ini dan kisah menarik, dimana perjuangannya benar-benar bisa menjadi Inspirasi.

Ferry pada saat itu (Usia sekitar 23 tahun) berani membuat langkah maju untuk berhenti kuliah dari hardvard yang mana saat itu banyak pihak mempertanyakan keputusannya, yang mana saat itu ia masih bekerja untuk Linkedln.

Ia telah melihat sebuah kesempatan besar dalam Industri tiketing di Indonesia, dimana kesempatan ini akan berlalu begitu saja jika diabaikan. Mungkin perusahaan Traveloka tidak akan pernah ada tanpa adanya langkah yang bagitu berani ini.

Peluang tiketing ini berawal dari keluhan Ferry yang susah untuk mendapatkan tiket saat hendak pulang kekampung halamannya dari Amerika Serikat.

Selain Ferry, pencetus Traveloka adalah Derianto Kusuma seorang lulusan universitas terkemuka Stanford. Sebelumnya karir Derianto juga cukup bagus, sebagai alumni Stanford Derianto diterima bekerja di Linkedln pusat kawasan kerbesar industri startup terbesar di dunia “Silicon Valley”.

Karir terakhirnya di Linkedln adalah sebagai softwere enginer senior. Selain Ferry dan Derianto awal terbentuknya Traveloka juga digawangi oleh albert.

Nah, awal mulanya traveloka hanyalah sebuah perusahaan startup kecil dan belum bisa berkembang. Strategi awal yang dibangun oleh Traveloka adalah dari segi layanan, dimana Traveloka berusaha menghadirkan sebuah layanan lengkap sebagaimana yang konsumen butuhkan.

Layanan ini meliputi beberapa hal yakni bagaimana orang ingin membeli tiket dengan sistem yang sangat mudah, cepat, murah, dan terpercaya.

Namun itu saja ternyata tidak cukup, karena awal mulanya Traveloka perusahaan tiketing pesawat maka traveloka harus membangun relasi dengan Maskapai penerbangan yang mana pada saat itu mereka belum sepenuhnya tertarik.

Bahkan Ferry mengungkapkan pada awalnya para maskapai tidak menaruh perhatian pada traveloka, oleh karena itu strategi jitu yang harus diterapkan adalah membangun perusahaan yang kuat secara nyata agar calon relasi benar-benar percaya.

Selanjutnya Ferry dan Timnya membangun perusahaan yang lebih baik serta menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan oleh banyak maskapai, sehingga dengan sendirinya mereka akan menjadi mitra Traveloka.

Perusahaan Startup Kedua: Tokopedia

Tokopedia adalah salah satu E-commerce terbesar di Indonesia. Ditengah ketatnya tingkat persaingan e-commerce di Indonesia, Tokopedia bertahan dan menjadi salah satu e-commerce teratas.

Tokopedia mengusung konsep marketplace atau pasar online, ini adalah konsep yang berbeda dengan kebanyakan e-commerce di Indonesia.

Marketplace adalah sebuah tempat di dunia maya dimana semua orang dapat membuka sebuah toko maya dan berjualan disana seperti layaknya orang berjualan dipasar.

Tokopedia menyediakan tempatnya, dan orang-orang bisa memasarkan segala macam produk melalui toko yang dibuat di tokopedia. Konsep ini mirip dengan konsep e-commerce raksasa asal Amerika Serikat ebay.

CEO Tokopedia wiliam tanuwijaya

CEO Tokopedia wiliam tanuwijaya

Besarnya tokopedia saat ini tidak terlepas dari berberapa faktor diantaranya adalah faktor pelayanan sepert: fitur yang gratis sehingga banyak orang menjadi tertarik untuk menggunakannya, sistem keamanan transaksi yang terjamin baik sebagai penjual maupun pembeli, terpercaya, serta banyak sekali fitur unggulan baik yang gratis maupun berbayar.

Selain itu belum lama ini tokopedia mendapat suntikan dana yang sangat besar mencapai 100 juta dollar atau sekitar 1,2 triliun rupiah dari investor raksasa softbank internet and media. Ini merupakah rekor terbesar untuk nilai investasi yang masuk ke Indonesia dalam bidang teknologi, bahkan untuk kawasan Asia Tenggara.

Selain softbank internet and media investor lain seperti sequoia capital dan cyberagent ventures juga menggelontorkan dananya untuk Tokopedia.

Tahukah kamu bahwa softbank internet and media dan sequoia capital adalah investor yang berada dibalik suksesnya hampir semua perusahaan startup di dunia seperti Google, Yahoo, Apple, Youtube, Whatsapp, Instagram, Linkedin, CISCO, Oracle dll?

Ini adalah prestasi yang sangat luar biasa yang telah dicapai perusahaan dalam negeri yang didirikan oleh putra Indonesia sendiri. Oleh karena itulah Tokopedia terus menancapkan kukunya di Industri e-commerce Indonesia.

Ditengah ambruknya raksasa-raksasa e-commerce di Indonesia seperti raksasa asal korea rakuten serta anak perusahaan raksasa rocket internet lamido, Tokopedia semakin berada diatas angin dengan dana aset yang begitu besar.

Baca:

Suksesnya Tokopedia ini tidak terlepas dari perjuangan foundernya yakni William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison.

Kisahnya benar-benar sangat inspiratif untuk disimak: awal mulanya William yang merupakan lulusan Universitas BINUS bekerja pada sebuah perusahaan teknologi layanan REG SPASI J, sekitar awal tahun 2009an kita tahu layanan ini mulai surut konsumen karena semakin jarang orang menggunakan layanan seperti ini sehingga perusahaannyapun goyah.

Nah, pada saat itu William mulai melihat adanya fenomena yang mengganjal dihatinya yakni banyaknya orang yang ingin membeli sebuah barang lewat online dengan aman, namun alih-alih belanja aman banyak sekali orang yang tertipu lewat belanja online.

Lalu kerluarlah ide untuk membuat sebuah sistem e-commerce yang menawarkan sistem belanja yang aman.

Dengan membawa sebuah proposal Ia datang keberbagai orang berduit untuk menjadi penyokong dana, namun kenyataannya tidaklah manis, semua menolaknya.

Kebanyakan menolaknya secara halus, dimana secara umum mereka menanyakan pertanya realistis mengenai dunia bisnis teknologi startup atau e-commerce di Indonesia seperti: apakah bisa perusahaan berbasis aplikasi menjadi besar, sudah adakah contohnyakah di Indonesia? Bagaimana seandainya jika para raksasa e-commerce dunia datang dan menjadi kompetitor, bagaimana melawan mereka?

Tentu saja William tidak dapat menjawabnya, saat itu Willian benar-benar down dan mulai pupuslah harapanya.

Setelah kesana-kemari tidak ada hasil, harapan muncul dari mantan bosnya yang setuju untuk menjadi penyokong dana karena perusahaan reg spasi pada saat itu tidak bisa berkembang lagi. Nah dari sinilah awal mula lahirnya perusahaan e-commerce Tokopedia.

Kisah inspiratif perjuangan William mendirikan Tokopedia bisa anda lihat di Channer Youtube, mulai dari diawal-awal tidak adanya lulusan yang mau Ia rekrut, tidak bisa bernegosiasi dalam bahasa inggris dan lain sebagainya.

Yang jelas kita tahu bahwa Tokopedia kini hadir sebagai salah satu raksasa e-commerce di Indonesia yang manfaatnya telah dirasakan oleh jutaan rakyat Indonesia, Bravo Tokopedia!

Baca Juga: Gerakan Nasional 1000 Startup Indonesia

Perusahaan Startup Ketiga: Kaskus

Berbicara mengenai perusahaan teknologi besar di Indonesia, tidak pas rasanya tanpa menyebut forum online terbesar di Indonesia ini “Kaskus”.

Kaskus adalah sebuah portal website yang kehadirannya begitu fenomenal dengan anggotanya mencapai angka jutaan.

Kaskus (kasak-kusuk) awal mulanya dikenal sebagai media underground dengan forum-forumnya yang sangat bebas seperti BB17 yang membahas mengenai ceita dan gambar-gambar dewasa serta Fight Club sebagai forum debat tanpa batas yang bahasannya kadang berkaitan tentang agama atau sara.

Namun kini kaskus telah tampil jauh lebih baik dari yang sekedar media underground menjadi media profesional dan terkemuka di Indonesia.

Seperti halnya kelahiran perusahaan-perusahaan teknologi web atau startup Indonesia lainnya, lahirnya Kaskus juga melalui tangan-tangan muda, ialah beberapa mahasiswa Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Seattle, Amerika Serikat: yakni Andrew Darwis, Budi Dharmawan dan Ronald Stephanus.

Pada tahun 1999 mereka membuat sebuah media yang bertujuan sebagai forum para mahasiswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri.

Andrew Darwis CEO Kaskus @jakartafamilia

Andrew Darwis CEO Kaskus @jakartafamilia

Namun pada perkembangannya ternyata kaskus mampu memiliki banyak anggota dan terus meningkat dari tahun-ketahun hingga menjadi wadah atau forum online yang begitu luar biasa di Indonesia.

Bisa dikatakanbahwa Kaskus adalah sebagai media online pertama yang sukses yang didirikan oleh para anak muda di Indonesia.

Pada saat itu (1999) belum ada forum web besar ataupun startup seperti saat ini, Kaskus sebagai awal penggerak kalangan muda yang melek teknologi untuk membangun sebuah forum online yang bermanfaat dan selanjutnya sangat menguntungkan serta menjadi sebuah perusahaan besar.

Bisa dikatakan saat ini kaskus menjadi sebuah perusahaan profesional di Indonesia yang terus melakukan ekspansi, bahkan Kaskus mendapatkan suntikan dana besar dari Investor sebesar 600 Miliar untuk melakukan pengembangan.

Saat ini kaskus telah menjalin mitra dengan salah satu anak perusahaan Multinasional Djarum, yakni PT. Global Digital Prima sehingga dalam kemampuan finansial jauh lebih mumpuni.

Suksesnya Kaskus jika kita lihat adalah dari Niche Usia pengguna, yakni rata-rata angota forum kaskus adalah kaum muda atau dengan usia produktif.

Bisa dikatakan bahwa Internet di Indonesia dipakai lebih banyak oleh kalangan muda yang melek akan teknologi dan kaskus menjawabnya dengan menghadirkan forum berfitur lengkap. Bukan hanya forum namun disini kita bisa berjualan, mencari barang, mencari lowongan kerja, menawarkan jasa, mencari info terupdate, serta mencari informasi apapun yang biasanya telah dibahas secara lengkap di forum kaskus dengan tread-tread atau testimoni secara langsung.

Bisa kami katakan juga bahwa kekuatan Kaskus bukan dari segi tampilan, karena jika dilihat dari segi tampilan tidaklah modern karena tampilan kaskus senderung terlihat tema klasik. Jika kita pertama kali mengunjungi kaskus maka kita akan sedikit bingung akan  tampilan dan isisnya, namun jika kita sering mengunjungi situs-situs forum lainnya maka tidaklah jauh berbeda.

Nah, kekuatan kaskus lainnya adalah keunikan seperti penggunaan Istilah yang digunakan dalam dunia Kaskus oleh para kaskuser itu sendiri. Lahirnya istilah-istilah umum dunia maya di Indonesia seperti agan, sista, COD, WTB, WTS, nego, sundul, pertamax, mimin, momod, dll. adalah dari tidak terlepas dari diskusi-diskusi pada kaskuser.

Oleh sebab itulah Kaskus seperti menjadi dunia tersendiri bagi para kaskuser.

Perusahaan Startup Keempat: Berrybenka

Nah, barrybenka sepertinya juga sangat layak kita sebut sebagai perusahaan berbasis teknologi yang besar dan sukses di Indonesia jika kita lihat dari masa awal terbentunya, perkembangan, hingga menjadi seperti saat ini.

Bagi sosialita atau para kaum hawa yang doyan belanja produk fashion seperti baju, sepatu, tas, aksesoris, dll. pastilah tahu barrybenka.

Baca:

Berbeda dengan ketiga perusahaan teknologi diatas, barrybenka mengusung tema yang ralatif lebih sempit yakni Fashion Khusus Wanita.

Barrybenka ingin menjadi sebuah e-commerce dengan relung spesifik fashion seperti halnya Zozotown di Jepang ataupun Asos jika di Eropa. Nah, hal yang paling membedakan dari barrybenka dengan e-commerce lainnya yakni mereka benar-benar sangat selektif terhadap produk yang mereka jual baik dari segi kualitas maupun brand-nya.

Oleh sebab itulah mereka berusaha untuk menjalin kerjasama dengan mitra-mitra brand lokal yang baik reputasinya dengan produk-produknya yang berkualitas.

Barrybenka sebelumnya hanyalah subuah toko online yang menjual produk-produk fashion melalui situs sosial media Facebook. Nah, melihat adanya perkembangan, sang  founder yakni Jason Lamuda memberanikan diri untuk membuat sebuah platform e-commerce agar para calon pembeli dan para pembeli lebih mudah untuk bertransaksi.

Selain itu dengan adanya e-commerce peluang untuk melakukan ekspansi bisnis jauh lebih terbuka lebar.

Jika dikatakan bagaimana awal mula jalannya e-commerce ini tentu sama seperti halnya dengan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia lainnya yang harus berjibaku dengan segudang masalah diawal-awal.

CEO Barrybenka Jason Lamuda

CEO Barrybenka Jason Lamuda @dailysocial

Barrybenka yang mencoba peruntungan di Industri fashion mayanya sangat sulit untuk mencari mitra kerja yang bersedia untuk bekerjasama dalam menyediakan produk, tidak sedikit yang menolaknya.

Hal ini membuat sang founder harus lebih cermat untuk menata barrybenka sehingga lebih profesional dan bisa dipercaya oleh mitra. Melihat barrybenka yang lebih matang banyak brand produk fashion yang ingin menjadi mitranya, kini nama barrybenka lebih mapan dan terus melakukan ekspansi besarnya dalam dunia fashion mayanya.

Nah, melihat tingkat persaingan dunia e-commerce di Indonesia yang semakin ketat, nampaknya ambisi barrybenka untuk menjadi penguasa e-commerce fashion masih butuh waktu.

Oleh sebab itulah mereka terus melakukan strategi seperti menerapkan model bisnis efektif sebagaimana yang berhasil diterapkan diddunia serta mencari investor agar bisnis fashion ini bisa mengakar kuat dan menjadi top #1 di Indonesia.

Nah, saat ini mereka telah mendapatkan suntikan dana yang cukup besar (tahap B) 5 juta Dollar Amerika Serikat  atau sekitar 64,9 Miliar Rupiah dari beberapa investor dunia seperti east ventures, transcosmos, dan gree venture.

Perusahaan Startup Kelima: Bukalapak

Bukalapak adalah sebuah perusahaan teknologi startup besar di Indonesia yang juga telah dikenal luas di Nusantara ini. Banyak dari kita yang tahu Bukalapak ini dari iklan-iklanya di media televisi yang lucu dan begitu unik.

Baca Juga:

Nah bagaimana perjalanan suskses bukalapak ini? Let’s go

Bukalapak didirikan oleh seorang alumni ITB bernama Achmad Zaky yang sangat doyan sekali mengutak-atik program, nah dari kegerannya inilah kemudian bisa tercetus untuk membuat e-commerce bertopik marketplace  di Indonesia.

Seperti halnya dengan mahasiswa dari desa lainnya, harapan orang tua Zaky untuk melihat anaknya bekerja kantoran memakai baju nan rapi serta berdasi adalah sebuah impian.

Orang tua zaky menginginkan zaky bisa bekerja di perusahaan atau instansi pemerintahan karena bagi orang desa itu adalah pretisius bagi orang yang menempuh pendidikan tingi. Nah, dari sini Zaky sempat melamar ke berbagai perusahaan namun selalu ditolak, selain itu Zaky kurang ‘sreg dengan bekerja kepada orang lain.

Oleh sebab itulah zaky lebih memilih untuk mengerjakan proyek kecil-kecilan dengan membuat berbagai program buatannya.

Dari hal inilah dia mendapat ide untuk membuat marketplace, karena jika ditilik pada saat itu belum ada perusahaan sejenis yang ada di Indonesia sedangkan di Negara-negara lain seperti di Cina, Jepang, ataupun Amerika perusahaan ­e-commerce sangat berkembang pesat.

CEO Bukalapak

CEO Bukalapak A.Zacky @static6

Selain itu masyarakat Indonesia sangat-sangat konsumtif dan saat itu belum ada jembatan yang menghubungkan penjual dan pembeli secara aman.

Lalu dia mendirikan usaha bukalapak ini kecil-kecilan dan belum profesional seperti sekarang, namun ternyata tanggapan pasar begitu besar sekali. Bukalapak mendapat perhatian besar di masyarakat, dalam waktu yang relatif singkat bukalapak tumbuh cepat. Dengan geliat yang demikian, beberapa Investor melirik potensi bukalapak, investor raksasa jepang menemui zaaky untuk memberikan suntikan dana.

Namun karena masih nol dalam dunia bisnis Zaky malah sempat mengira para investor ini akan mengambil alih perusahaannya dengan akusisi saham. Dengan komunikasi yang baik dan setelah dijelaskan oleh para investor tersebut, akhirnya Zaky paham bahwa mereka hanya ingin menanamkan saham tanpa menambil alih perusahaan.

Bahkan Zaky diundang ke jepang untuk melihat dan belajar langsung dijepang, Nah barulah dia paham bagaimana e-commerce disana tumbuh dengan pesat. Banyak bekal yang Ia bawa sepulang dari Jepang, bekal inilah yang dijadikannya pedoman untuk mengelola Bukalapak hingga seperti saat ini.

Kisah suksesnya ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, karena bukan siapa dan darimana orang bisa sukses, tetapi kemampuan serta kemauan yang tinggi.

Bukalapak menjadi salah satu ­e-commerce terbesar di Indonesia dengan lebih dari 2000.000 kunjungan perharinya, serta dengan lebih dari 7 juta pengguna, tidak sedikit pula Investor yang telah menggelontorkan dananya untuk maerketplace ini.

Bahkan belakangan EMTEK berani untuk menyuntikkan modal lebih dari 400 Miliar rupiah untuk mengembangkan Bukalapak, sehingga bukalapak bisa bersaingan ditengah semakin ketatnya tingkat persaingan ­e-commerce di Indonesia.

Perusahaan Startup Keenam: Gojek

Ini dia perusahan teknologi baru yang diluncurkan pada tahun 2010 dan sempat menggebrak sistem transportasi di Indonesia di tahun 2015 dan 2016.

Gojek, adalah nama perusahaan berbasis aplikasi android yang memudahkan kita untuk mendapatkan jasa layanan transportasi motor/Ojek, oleh sebab itu biasa disebut dengan istilah ‘ojek online’.

Seperti halnya dengan perushaan-perusahan berbasis teknologi diatas, perusahaan ini juga didirikan oleh orang muda asli Indonesia yang sempat menempuh pendidikan di Harvard. Ialah Nadiem Makarim, sang founder  yang memiliki sebuah Ide brilian untuk menggabungkan antara kultur budaya dengan teknologi.

Nadiem yang sebelumnya bekerja untuk Co-Founder dan Managing Editor Zalora Indonesia sering berangkat kekantor dengan menggunakan transportasi ojek, melihat potensi besar didalam sistem transportasi di Indonesia lalu Nadiem mulai berfikir untuk mengambil celah tersebut.

Nadiem Makariem

Nadiem Makariem @CNNindonesia

Menurutnya belum ada perusaan sejenis dengan sistem demikian di Indonesia pada saat itu, barangkali diluar sudah ada untuk jasa layanan mobil atau ojek sepeda seperti di Amerika Serikat.

Namun di Indonesia ini baru pertama, oleh sebab itu dalam waktu yang sangat singkat Gojek mampu menarik perhatian masyarakat. Bahkan media-media baik elektronik maupun media massa tidak henti-hentinya untuk memberitakan tentang Gojek.

Sebagai sebuah inovasi baru, Gojek menghadirkan jawaban dari permasalahan sistem transportasi di Indonesia. Ojek adalah sebuah kultur transportasi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia secara umum. Nah, segudang permasalahan juga yang ada didalam transportasi ini, seperti tidak ada penanggung jawabnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, hanya tersedia di beberapa titik atau yang disebut pangkalan, keamanan yang tidak terjamin, serta harga yang kadang sangat mahal karena tindakan semena-mena para ojek.

Saya sebagai penulis disinipun juga pernah merasakannya, dimana ojek kadang mematok harga lebih tinggi dan semaunya, apalagi kalau tahu itu pengguna baru.

Nah, keberadaan Gojek saat ini tidak terlepas dari adanya pro dan kontra mulai dari yang dianggap ancaman bagi ojek konvensional, hingga belum adanya reguasi perundangan yang mengatur mengenai bentuk bisnis transportasi model seperti ini.

Disisi ini banyak hambatan yang harus dilaluinya mengingat hal ini adalah sebuah model bisnis yang sangat baru di tanah air, disisi lain gojek hadir sebagai inovasi teknologi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun nampaknya Gojek masih akan terus eksis karena hingga saat ini pengguna Gojek tidak mengalami tren penurunan, malah Gojek semakin meningkatkan fitur dan pelayanan.

Saat ini Gojek menjadi perusahaan teknologi transportasi yang sangat besar bahkan nilai Investasinya jauh melebihi Raja transportasi udara seperti Garuda (12 Triliun) atau penguasa bisnis Taksi Blue Bird (hampir 10 Triliun).

Nilai Investsai Gojek untuk tahun lalu adalah 17 Triliun setelah mendapat suntikan dana segar sebesar 7 Triliun Rupiah KKR & Co. dan Warbug Pincus asal Amerika Serikat , sungguh prestasi yang luar biasa.

Perusahaan Startup Ketujuh: Matahari Mall

Ini dia perusahaan besar dan sukses di Indonesia yang terkhir akan kita ulas “Matahari Mall”. Matahari Mall adalah perusahan paling muda jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan  teknologi diatas.

Matahari Mall mengusung nama besar “Matahari Mall” sebagai perusahan ritel multinasional yang memang telah dikenal luas di Indonesia.

Bisa diakatakan Matahari mall ini adalah sistem online’nya Mall Matahari, ya tentu bisa kita katakan juga mereka sedang mengikuti tren pasar.

Dengan fluktuasi yang tajam pengguna internet di Indonesia serta nilai trust yang semakin meningkat pula, maka matahari mall tidak ingin keinggalan kereta.

Kita tahu bahwa Mataari adalah unit usaha dari Lippo Group, yang termasuk salah satu perusahaan yang memiliki aset Terbesar di Indonesia dengan pendapatan sekitar 60 triliun pertahun.

Dengan kekuatan finansial yang sangat besar, serta nama besar yang telah mengakar kuat di tanah air tidaklah heran jika mataharimall sukses meski usinya masih seumur jagung.

Hadi Wenas

Hadi Wenas CEO Mataharimaall @ngobas

Menurut informasi yang beredar diberbagai media nasional, Lippo Group tidak main-main terjun ke bisnis e-commerce  ini, bahkan mereka berani menggelontorkan dana yang sangat besar mencapai 6 setengah triliun untuk mataharimall versi online ini.

Nah untuk nilai transaksinya juga sangat luar biasa, tahun lalu saja nilai transaksi mataharimall menyentuh angkat satu triliun rupiah.

Konsep cerdas dari manajemen mataharimall yang benar-benar dimanfaatkan adalah dari sisi (S=Strong) dimana mereka menggunakan konsep online to offline, yakni bila kita membeli barang kita bisa langsung ambil barangnya di Gerai-gerai matahari yang memang telah tersebar luas di Indonesia.

Nah konsep ini yang tidak dimiliki oleh e-commrce lainnya dan coba dimanfaatkan dengan baik oleh mataharimall.

Itulah beberapa “perusahaan berbasis teknologi di Indonesia” yang bisa kita ambil pelajarannya, mulai dari bagaimana para fonder mendirikan perusahaan dari Nol, Inovasi dan Kreatifitas, jeli melihat peluang, serta strategi-strategi jitu yang mereka terapkan.

Ditahun-tahun yang akan datang semoga semakin banyak kreatifitas dan inovasi dari anak-anak muda dalam bisnis teknologi di Indonesia. Muda Jaya, Kita Bisa!

tags: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *