Home » Startup » Facebook Akankah Menjadi Media Sosial Terbaik Tahun 2017?

Facebook Akankah Menjadi Media Sosial Terbaik Tahun 2017?

Jumat, Januari 27th 2017. | Startup

Facebook adalah salah satu media sosial paling terkemuka, paling banyak penggunanya, dan menjadi acuan bagi para pengambang sosial media baru.

Media Sosial Facebook

Dilansir oleh kompastekno, tahun lalu keuntungan facebook menembus angka 70 miliar dollar atau jika dirupiahkan sekitar 93 triliun, Sangat Fantastis!

Dengan pencapaian luar biasa facebook dalam industri teknologi ini, Akankah facebook bisa menjadi sosial media terbaik di tahun 2017?

Tentu saja tergantung , tergantung apakah facebook bisa membaca tren pasar yang cepat berubah, melakukan berbagai perbaikan, inovasi, dan lain sebagainya. Semuanya akan kita kupas disini, silahkan disimak.

Prolog

Saat kita berbicara mengenai perkembangan teknologi dan informasi, khususnya di dunia maya, keberadaan media sosial adalah salah satu hal yang paling berpengaruh.

Perkembangan media sosial seperti Facebook telah memengaruhi aktivitas para penggunanya dalam beraktivitas di dunia maya.

Di masa-masa awal kemunculannya, keberadaan media sosial memberikan dampak yang cukup luar biasa,  terutama tentang bagaimana media sosial menciptakan interaksi sosial dalam dunia maya. Hal yang sebelumnya belum pernah terjadi dan kemudian kini telah menjadi suatu budaya tersendiri, dengan segala sisi positif maupun negatifnya.

Perkembangan media sosial sendiri ditandai dengan bermunculannya berbagai macam jenis media sosial. “Facebook” merupakan salah satu diantaranya.

Media sosial yang pada awalnya hanya ditujukan untuk kalangan terbatas ini hingga kini masih cukup menyedot intensi publik. Bahkan dapat dikatakan, saat ini Facebook adalah media sosial yang paling populer di dunia, dengan jumlah pengguna aktifnya yang tertinggi dibandingkan dengan media sosial lainnya.

Hal yang menarik untuk diulas dari fenomena Facebook ini yaitu bagaimana media sosial hasil karya Mark Zuckenberg ini bisa tetap eksis hingga sekarang. Dengan semakin banyak kompetitornya dalam bisinis ini, Facebook tetap mampu menjaga eksistensinya dan bahkan tetap menjadi yang terdepan.

Kondisi yang mungkin jauh berbeda dengan media sosial lainnya, khususnya yang muncul jauh sebelum Facebook (misalnya Friendster, yang saat ini telah mati suri).

 

Tantangan besar sang “media sosial facebook” dari para kompetitor

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bisnis media sosial adalah bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Perkembangan internet dan teknologi yang pesat menjadi alasan utamanya. Kemudahan mengakses internet dengan berbagai situs dan media sosial didalamnya, membuka luas kesempatan para pengembang blog, media sosial, ataupun aplikasi-aplikasi lainnya untuk mencoba peruntungan bisnisnya di sini.

Namun hal diatas bukan berarti tidak ada tantangan atau hambatan dalam bidang ini. Persaingan untuk menjadi yang terbaik dan terpopuler menjadi sangat ketat, dan akan semakin ketat seiring makin majunya perkembangan teknologi di tahun-tahun kedepan.

Soal persaingan antar media sosial, dapat dikatakan Facebook adalah salah satu “pemain” yang cukup berpengalaman. Bahkan, dapat dikatakan bahwa Facebook saat ini adalah salah satu yang menjadi acuan atau role model bagi para pengembang media sosial lainya. Tentu hal tersebut bukannya tanpa alasan. Data terbaru menyebutkan, jumlah pengguna Facebook hingga saat ini telah mencapai 1,8 milyar. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan media sosial yang lainnya.

Meskipun demikian, angka tersebut tidak bisa jadi patokan satu-satunya tentang keberhasilan suatu media sosial. Beberapa media sosial lain juga memperlihatkan grafik yang bagus, dan mengalami peningkatan jumlah pengguna dengan cukup signifikan pada beberapa tahun belakangan. Misalnya saja Twitter dan Instagram, yang tercatat saat ini telah memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif, dengan kenaikan yang semakin menunjukkan tren peningkatan di tiap bulannya.

facebook tahun 2017

Peningkatan Pengguna Facebook dan Sosial Media Lain (2016) – source: john constine

Keberadaan Twitter, Instagram, atau Path  misalnya, telah menjadi salah satu ruang alternatif pilihan para sosialita selain Facebook. Hal tersebut terutama terjadi untuk pengguna dengan rentang umur remaja umur 20-an tahun yang mulai merasa jenuh dengan Facebook.

Dapat dikatakan Facebook masih menjadi media sosial primadona para kalangan usia 30-an tahun ke atas, di mana pengguna pada rentang umur tersebut cenderung berjumlah stabil atau bahkan mangalami peningkatan.

Harus diakui bahwa saat ini tengah terjadi pergeseran tren media sosial, di mana mungkin dominasi Facebook sudah jauh berkurang dibandingkan dengan 7-8 tahun yang lalu. Generasi yang lebih muda, salah satunya terjadi di Indonesia, berangsur-angsur mulai meninggalkan Facebook dan memilih aktif di media sosial lain.

Jenis media sosial yang makin beragam membuat para pengguna menjadi lebih variatif dalam memilih, dan itu berimbas pada semakin berkurangnya dominasi Facebook beberapa  tahun belakangan.

Baca Juga: Gerakan Nasional 1000 Startup Indonesia

 

Hoax: masalah serius yang perlu diselesaikan oleh Facebook

Selain tantangan sang media sosial fecebook dari kompetitor, Facebook juga menghadapi tantangan lainnya yang tidak kalah serius. Peran media sosial sebagai salah satu penyebar informasi yang efektif, telah membuatnya udah disalahgunakan. Hoax, atau berita bohong, menjadi salah satu isu utama yang dapat mengancam eksistensi Facebook.

Di beberapa negara, hoax yang tersebar luas di Facebook mulai dianggap meresahkan. Bahkan beberapa negara mulai bersikap serius tentang hal ini. Jerman misalnya, yang tengah menjalin kesepakatan dengan Facebook dalam upayanya mengendalikan hoax yang tersebar dengan sangat masif di jejaring ini, dan dianggap mengancam keamanan negara. Indonesia pun mengalami hal yang serupa belakangan ini.

Isu SARA yang akhir-akhir ini merebak di Indonesia, salah satunya juga terjadi melalui media Facebook. Penyebaran hoax yang tidak terkontrol ini tentu sangat merugikan nama Facebook

Niatan baik pendiri Facebook untuk menjadikan media sosial ini sebagai salah satu alat untuk menyebarkan semangat dan berita-berita positif, saat ini secara licik telah diselewengkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut juga makin diperparah dengan kurangnya kesadaran pengguna dalam memeriksa berita yang diterimanya.

Para pengguna Facebook cenderung menerima mentah begitu saja kabar hoax yang mereka terima, tanpa dicek terlebih dahulu, dan secara mudahnya membaginya (share) ke pengguna lain. Berdasarkan hasil suatu penelitian, disebutkan bahwa umumnya kalangan tua (40 tahun keatas) adalah rentang usia pengguna yang paling mudah termakan hoax dibandingkan dengan kalangan muda.

Hal tersebut diatas terjadi karena kemampuan verifikasi berita yang berbeda, di mana kalangan tua umumnya tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam memverifikasi karena keterbatasannya dalam menggunakan gadget atau teknologi terbaru yang lain.

Kondisi ini harus dapat ditangani secara serius oleh Facebook. Meskipun sebenarnya hal ini tidak hanya dialami oleh Facebook, tetapi juga media sosial yang lain. Sebagai media sosial dengan pengguna aktif terbanyak di dunia, tentu Facebook memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

Beberapa metode sudah mulai dikembangkan untuk mengurangi beredarnya berita hoax pada halaman Facebook. Patut untuk dinantikan seefektif apa langkah Facebook untuk mengatasi permasalahan ini. Jika Facebook gagal mengatasi isu ini, bukan tidak mungkin citra Facebook akan semakin merosot dan ditinggalkan oleh para penggunanya.


Iklan: strategi besar facebook untuk meningkatkan pemasukan

Sebuah eksistensi memerlukan upaya yang maksimal untuk menjaganya. Selain berbekal kreasi perihal konten, dana atau keuntungan secara finansial juga memiliki peranan yang penting dalam menjadikan Facebook bisa sebesar seperti sekarang.

Beberapa situs menyebutkan bahwa dengan jumlah penggunanya yang sangat banyak, Facebook dapat meraup untung dengan sangat banyak. Tercatat di akhir tahun 2016 yang lalu, Facebook setidaknya telah meraup keuntungan sekitar 25  miliar dollar yang merupakan angka pendapatan tertinggi sepanjang sejarahnya.

Sebagai sebuah perusahaan, Facebook telah menjadikan dirinya sebagai perusahaan besar dengan kekuatan finansial luar biasa. Walau demikian, Facebook tidak puas diri dan terus mencari cara untuk semakin meningkatkan kekuatan finansialnya. Beberapa hal diantaranya adalah pemasukan yang didapatkan dari iklan (ads). Seperti diketahui, iklan jenis ini telah semakin  berkembang dan mengalirkan keuntungan yang besar bagi Facebook.

Menyadari hal tersebut, Facebook mulai memodifikasi dirinya agar “ramah” terhadap keberadaan iklan di halamannya. Bagi Anda pengguna Facebook, tentu memahami dengan baik hal tersebut.

Terlihat bagaimana dari waktu ke waktu, ruang beriklan di Facebook disediakan dengan lebih banyak. Hal tersebut terutama dapat dilihat di sisi kiri atau kanan halaman, yang dipenuhi oleh berbagai macam iklan. Kemunculannya pun sudah ditentukan berdasarkan minat dari para pengguna, sehingga diharapkan iklan akan secara efektif langsung tertuju pada pembeli potensial.

Beberapa strategi lain juga dilakukan oleh Facebook untuk meningkatkan pundi-pundi uangnya. Diantaranya dengan membuka halaman bisnis yang ditujukan untuk para pengguna. Beberapa fitur yang ada di dalamnya menawarkan berbagai penunjang pada para pengguna untuk menjalankan bisnisnya.

Salah satu opsi yang disediakan yaitu layanan untuk publikasi, di mana para pengguna yang ingin memanfaatkan layanan tersebut perlu untuk membayar dalam jumlah tertentu. Layanan ini memberikan keuntungan. DI satu sisi pengguna dapat mempromosikan secara lebih luas, dan di sisi lain Facebook mendapatkan keuntunga pula secara finansial.

Dilihat dari cara Facebook meraup keuntungan dengan iklan, dan bagaimana Facebook memanfaatkannya dengan sangat cerdik, sepertinya belum ada media sosial lain yang mampu menandinginya.

Perkembangan bentuk-bentuk iklan baru seperti video-ads, juga menjadi salah satu incaran Facebook guna semakin menambah pundi-pundi uangnya. Walau tentu saja keberadaan iklan tersebut jangan sampai malah menyebabkan pengguna menjadi merasa terganggu karena tata letaknya/jenis iklannya yang dirasa kurang sesuai.

Baca Juga: Cara Membuat Startup: Tips & Langkah Penting Sebelum Memulai

 

Masih menarikkah Facebook?

Di tengah ramainya persaingan antar media sosial belakangan ini, kualitas jadi hal yang penting. Sehebat apapun promosi yang dilakukan, kualitas lah yang jadi faktor utama, apakah suatu produk tetap disukai atau tidak.

Facebook perlu menyusun strategi agar halamannya tetap dianggap menarik oleh para penggunanya, sehingga tetap tidak merasa bosan berlama-lama di media sosial yang didominasi oleh latar berwarna biru ini.

Seacara konten, Facebook dapat disebut memiliki banyak daya tarik. Mulai dari ide awalnya yang hanya berupa update status, kondisinya saat ini telah berkembang jauh. Berbagai macam aktivitas seperti berbagi foto dan video, berita terkini, messenger, telah membuat Facebook menjadi salah satu media sosial dengan layanan terlengkap.

Perkembangan yang cukup signifikan dan berbeda dengan kompetitor lainnya adalah cara Facebook untuk menjadikan halamannya sebagai tempat untuk berbisnis. Opsi untuk membuka halaman bisnis di Facebook cukup lengkap dan sangat menunjang untuk keperluan berbisnis. Ditambah lagi dengan beberapa fitur yang memudahkan penggunanya untuk melakukan promosi barang atau jasa yang ditawarkannya, Facebook menjadi alat bisnis yang sangat menarik. Terutama untuk mereka yang ingin merintis bisnis yang dilakukan secara online.

Secara umum, kita bisa menyebut bahwa Facebook masih memiliki daya tarik yang tinggi. Dengan kualitasnya yang semakin baik dan fitur yang semakin lengkap, Facebook tetap menjadi salah satu media sosial yang membuat nyaman dan dipilih penggunanya.

Meskipun banyak pula pengamat yang menyebut dengan berbagai alasan bahwa Facebook akan mengalami penurunan drastis di bisnisnya, tetapi bila merujuk pada kondisi terkini yang ada, sepertinya hal tersebut belum akan terjadi.

Setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, media sosial Facebook akan tetap menjadi “raja” media sosial di dunia.

tags: , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *