Home » Startup » Macam-Macam Teknologi Pertanian Modern Terbaru, Keren!

Macam-Macam Teknologi Pertanian Modern Terbaru, Keren!

Jumat, Maret 24th 2017. | Startup

Kegiatan bercocok tanam (pertanian), seperti berkebun dan bertani, adalah salah satu jenis kegiatan yang umum dilakukan oleh orang Indonesia sebagai salah satu mata pencaharian. Tanah yang subur serta kondisi iklim tropis membuat kondisi negeri ini sangat cocok untuk melakukan berbagai macam aktivitas bercocok tanam tersebut.

Berbagai macam jenis tanaman, seperti tanaman pertanian (misalnya padi, jagung, kedelai, gandum), perkebunan (kelapa, kelapa sawit, teh, kopi), buah-buahan (mangga, apel, salak, durian, jambu), hingga tanaman-tanaman berkayu (jati, mahoni, sengon) dapat tumbuh dengan baik di Indonesia.

Di era modern seperti sekarang, kegiatan pertanian ini tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional, namun juga telah dilakukan dengan sentuhan-sentuhan teknologi. Temuan teknologi terbaru ini membuat aktivitas bertani menjadi lebih mudah, serta hasil yang didapatkan menjadi lebih baik kualitasnya.

Teknologi terbaru di bidang pertanian ini dapat berupa alat-alat pengolah lahan pertanian berteknologi canggih, bibit-bibit unggul tanaman hasi kultur jaringan, tempat persemaian yang didesain secara khusus, hingga teknologi persilangan jenis tanaman baru.

Kemajuan teknologi telah membuat aktivitas serta hasil pertanian menjadi lebih mudah dan baik dari sisi kualitas. Tentu ini adalah hal yang sangat positif untuk kemajuan bidang pertanian, khususnya bagi masyarakat yang menekuni bidang ini.

Baca: 

Keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan suatu lahan pertanian. Dengan adanya teknologi, keterbatasan tersebut diharapkan dapat semakin teratasi, dan membuat hasil pertanian atua perkebunan juga menjadi meningkat kualitasnya.

Negara-negara maju terus berupaya untuk menciptakan teknologi untuk menunjang kegiatan-kegiatan pertanian. Beberapa karya telah dimunculkan. Beberapa diantaranya masih dalam tahap pengembangan. Beberapa diantaranya lagi masih dalam tataran konsep.

Lalu, sudah tahukan Anda dengan beberapa teknologi pertanian yang telah atau akan berkembang saat ini? Mungkin setelah membaca ulasan tentang beberapa teknologi terbaru di bidang pertanian ini, Anda akan tertarik untuk menggeluti bidang ini di masa depan. Mari disimak!

Teknologi Pertanian Untuk Berkebun Di Dapur

Berkebun adalah salah satu hal yang menyenangkan untuk sebagian orang. Namun untuk sebagian yang lain, kegiatan semacam ini dianggap bukanlah kegiatan yang mengasyikkan. Hal tersebut terutama dirasakan oleh mereka yang memang tidak menyukai kegiatan-kegiatan di luar rumah.

Bagi Anda yang ingin ‘berkebun’ dengan lebih simpel dan praktis, teknologi terbaru ini mungkin cocok untuk Anda. Ya, teknologi ini disebut nanofarm.

Teknologi Pertanian Terbaru

Teknologi Pertanian Terbaru: Replantable Kit

Perusahaan asal Amerika Serikat, Replantable, mengembangkan cara untuk berkebun di dapur. Berkebun yang dimaksud dalam hal ini adalah menanam sayur-sayuran bahan makanan sehari-hari, semisal kentang, tomat, wortel, kubis, dan sebagainya.

Teknologi pertanian ini terdiri dari beberapa set didalamnya, yang disebut replantable kit. Replantable kit ini terdiri dari bibit, wadah air, tempat tanaman, dan sistem pencahayaan. Alat-alat tersebut diperlukan supaya bibit-bibit tanaman yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik, meskipun tidak pada lingkungan yang sebenarnya.

Semua proses perawatan tanaman pada alat ini dilakukan secara otomatis, sehingga pemiliknya tidak perlu terlalu repot untuk mengecek tanamannya setiap hari. Aktivitas seperti penyiraman, pemupukan, dan penyinaran, semua dapat diatur secara otomatis pada alat pintar ini

Ya, mungkin untuk beberapa orang yang benar-benar hobi berkebun di luar rumah, alat ini mungkin tidak begitu menarik. Tapi untuk kepraktisan, teknologi berkebun di dapur ini layak untuk dicoba.

Alat canggih ini telah dijual ke pasaran dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu sekitar setara 4,6 juta rupiah saja.

Teknologi Pertanian Vertical Farming, Solusi Berkebun di Gedung?

Salah satu permasalahan yang paling dirasakan oleh para kaum urban perkotaan adalah sempitnya lahan. Sangat minimnya lahan ini membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Hal tersebut juga membuat mereka sulit untuk mengolah lahan pertanian ataupun setidaknya berkebun di halaman rumah mereka.

Inovasi yang satu ini mungkin dapat menjadi salah satu solusinya. Inovasi tersebut dikenal dengan sebutan vertical farming. Vertical farming adalah suatu tempat untuk bertani/berkebun yang dilakukan pada sebuah bangunan/gedung tingkat.

Desain ini dimaksudkan untuk menunjang kegiatan agrikultural di wilayah urban yang memang minim lahan. Konsep vertical farming ini memiliki teknik yang mirip dengan rumah kaca.

Teknologi Pertanian Vertical Farming

Teknologi Pertanian Vertical Farming

Tujuan dari vertical farming ini yaitu agar para masyarakat urban dapat melakukan aktivitas pertanian/berkebun di lahan buatan yang tersedia melalui konsep vertical farming ini. Lahan dibuat secara vertikal ke atas, sehingga tidak memerlukan banyak ruang ke samping. Pembangunan ke arah vertikal menjadi solusi yang cukup bagus untuk mengakali keterbatasan lahan yang ada.

Untuk bentuk dan desainnya sendiri dibuat dengan mengadaptasi lingkungan urban yang ada pada wilayah tersebut. Sebagai sebuah tempat ditanaminya berbagai macam sayur dan buah-buahan, tempat vertical farming ini haruslah memiliki pencahayaan yang optimal.

Begitu juga dengan kondisi suhu udara, yang perlu diatur agar sesuai untuk pertumbuhan optimal dari tanaman. Terdapat pula proteksi dari cuaca untuk menjaga tanaman dari kerusakan. Ventilasi udara diatur sedemikian rupa sehingga udara dapat keluar masuk dengan baik pada tempat ini.

Keberadaan vertical farming ini diharapkan dapat menfasilitasi masyarakat urban yang memiliki minat untuk melakukan kegiatan pertanian dan perkebunan. Tempat ini juga diharapkan mampu mengurangi biaya masayarakat untuk mendapatkan bahan makanan, termasuk juga mengurangi biaya transportasi.

Teknologi Pertanian dengan Crop Sensors

Teknologi lain yang akan segera hadir yaitu crops sensors. Teknologi ini akan membantu penggunanya untuk melakukan kegiatan pertanian di lahan miliknya.

Teknologi ini akan membantu para pekerja untuk memantau dengan detail kondisi dari lahan yang sedang dikelolalnya. Informasi-informasi terkait kondisi lingkungan di sekitarnya disajikan secara akurat dan aktual, sehingga dapat dijadikan dasar untuk menetapkan tindakan terbaik untuk lahannya.

Teknologi Pertanian Crop Sensors

Teknologi Pertanian Crop Sensors

Crop sensors ini memiliki fungsi untuk mengidentifikasi berbagai macam aktivitas pertanian. Teknologi ini dirasa memiliki prospek yang cukup baik, dan akan sangat berguna untuk menunjang kegiatan pertanian.

Alat ini akan memberikan informasi yang benar terkait dengan kondisi lahan pertanian yang sedang digarap. Hal tersebut diantaranya meliputi kualitas tanah, kualitas udara, ketersediaan air, kondisi perkembangan dari tanaman, dan hal-hal lain terkait dengan lahan pertanian.

Teknologi ini menggunakan sistem high resolution crops sensor, yang membuat alat tersebut dapat memantau kondisi di lapangan dengan cukup detail dan menyeluruh.

Teknologi ini masih terus dikembangkan bentuknya, sehingga masih terus diusahakan penyempurnaannya. Hal ini dapat terlihat dari ragamnya yang juga mulai brmunculan dengan jenis dan desain yang berbeda-beda.

Crop sensor ini dapat tersedia dalam berbagai bentuk sistem, misalnya dengan sensor optik ataupun teknologi drone. Alat ini bekerja seolah-olah sebagai seorang asisten yang mengawasi kondisi dari lahan pertanian pemiliknya.

Baca Juga:

Selain itu, alat ini juga mungkin dapat dikembangkan dengan tipe sensor yang lainnya. Misalnya saja  dengan menggunakan cahaya infra merah, dimana teknologi tersebut sudah cukup umum digunakan untuk pemantauan.

Crop sensor ini secara saintifik telah tersedia sejak tahun 2015 yang lalu, dengan kemungkinan akan dijual secara komersil pada tahun 2018 mendatang.

Teknologi Pertanian Agxchange

Data atau catatan-catatan yang terkait dengan kondisi perkebunan menjadi sangat penting untuk dijaga. Apalagi jika perkebunan tersebut memiliki lahan yang luas dengan jumlah produksi yang sangat besar.

Agxchange adalah sebuah teknologi pertanian mutakhir untuk mencatat berbagai data yang berhubungan dengan hal tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa macam alat sejenis yang memiliki fungsi hampir sama dengan Agxchange, namun dari segi independensi beberapa alat tersebut umumnya cukup diragukan.

Agxchange

Agxchange

Teknologi Agxchange ini dikembangkan untuk mengontrol, menyimpan, melihat, dan berbagi tentang data pengelolaan suatu lahan  perkebunan ataupun pertanian.

Agxchange adalah hasil dari kerjasama dan kolaborasi antara lembaga ADC (Agricultural Data Coalition) dan GISC (Grower Information Services Cooperative) yang berada di negara Paman Sam, Amerika Serikat.

Teknologi Canggih Agricultural Robots (Agbots)

Penggunaan robot sebagai pengganti tenaga manusia di masa depan sepertinya akan benar-benar terjadi. Hal tersebut khususnya melihat kondisi saat ini di mana pengembangan robot terjadi dengan begitu pesatnya. Tidak terkecuali di bidang pertanian.

Saat ini para pengembang tengah merancang sebuah proyek bernama Agricultural Robots, atau dapat disingkat dengan sebutan Agbots. Robot canggih ini difungsikan sebagai alat untuk melaksanakan berbagai bentuk aktivitas pertanian ataupun perkebunan yang biasanya dilakukan secara manual oleh manusia.

Agbots ini memiliki kemampuan untuk melakukan beberapa aktivitas proses perawatan tanaman pertanian/perkebunan. Robot ini berperan sebagai asisten penggunanya, di mana pengguna cukup memberikan perintah pada alat pintar ini.

Teknologi Robot Pertanian

Teknologi Robot Pertanian Agbots

Nantinya tugas-tugas yang diberikan akan dilaksanakan oleh Agbots sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tugas-tugas seperti penyiraman tanaman, pemanenan hasil pertanian, penanaman bibit, pemberian pupuk, dan aktivitas-aktivitas lain akan dikerjakan oleh robot yang satu ini.

Alat yang cukup revolusioner ini mungkin akan mulai diuji coba dalam waktu dekat, Dan sepertinya baru akan digunakan di beberapa negara maju yang telah siap untuk menggunakan teknologi ini.

Harus sedikit bersabar unutk menantikan kemunculan teknologi yang satu ini, karena Agbots direncanakan baru akan dipasarkan pada tahun 2020 mendatang.

Teknologi Pertanian Robotic farm swarms

Robotic Farm Swarms memiliki tugas dan fungsi yang hampir sama seperti Agbots yang telah diulas di atas. Perbedaannya adalah robotic farm swarms memiliki teknologi yang lebih canggih dan lebih lengkap dari sisi kemampuan.

Banyak yang menyebut bahwa robot ini merupakan kombinasi dari beberapa jenis agricultural robot yang dilengkapi dengan sensor mikroskopik di dalamnya. Sensor ini berperan sebagai ‘otak’ dari robot ini, sehingga proses analisa dari robot canggih ini dapat dilakukan secara lebih cepat dan membuatnya menjadi semakin ‘pintar’.

teknologi dobot pertanian farm swarms

teknologi dobot pertanian farm swarms

Dari sisi kemampuan, robot ini akan dirancang dengan kemampuan yang lebih lengkap. Hal tersebut membuat robotic farm swarms dapat melakukan variasi tugas yang lebih banyak.

Tugas-tugas kompleks tersebut seperti keperluan untuk memonitor, memprediksi, dan merawat lahan. Keberadaan robot ini akan membuat aktivitas pertanian menjadi jauh lebih mudah.

Hal yang paling membedakannya dengan robot agrikultural lainnya yaitu ‘kepintarannya’. Karena memang dilengkapi dengan sensor dan prosesor yang canggih, sehingga membuat robot ini dapat bekerja tanpa harus diperintah ataupun dibantu oleh manusia.

Pengembangan robot canggih ini masih terus dilakukan. Direncanakan alat agrikultural canggih ini akan dijual secara komersil pada tahun 2026 nanti.

tags: , , , ,

Komentar ditutup.