Home » Startup » Fitur Baru Twitter: Blokir & Suspen Akun Negatif/Abusif

Fitur Baru Twitter: Blokir & Suspen Akun Negatif/Abusif

Kamis, Februari 23rd 2017. | Startup

Media sosial telah menjadi wadah atau sarana bagi para penggunanya di dunia maya untuk berkespresi, berinteraksi satu sama lain, serta menyatakan pendapatanya dengan bebas.

Media sosial dapat dipakai untuk segala macam aktivitas, dan sangat menunjang untuk terjadinya percakapan antar penggunanya, di mana saja, kapan saja, dan dengan siapapun.

Bahkan dengan orang yang tidak dikenal sekalipun.

Akan tetapi, dibalik berbagai keuntungan yang dapat diraih darinya, keberadaan media sosial ini juga tidak dapat terlepas dari yang disebut penyimpangan, atau penggunaan media sosial dengan tidak bertanggung jawab.

Berseliwerannya hoax atau kabar bohong, perilaku-perilaku bullying antar pengguna, atau beredarnya konten-konten pornografi menjadi beberapa masalah yang dialami oleh banyak media sosial.

Hal ini juga dirasakan oleh Twitter, salah satu media sosial terbesar di dunia yang ada saat ini.

fitur baru twitter

twitter akan blokir akun negatif

Twitter, yang seringkali dianggap sebagai media yang paling cepat dalam menyebarkan sebuah kabar, menjadi sasaran empuk bagi para pelaku peyimpangan tersebut.

Khususnya perilaku pembullyan, saling ejek dengan kata-kata tidak pantas, mengintimidasi dan mencemarkan nama baik seseorang, telah sangat lumrah terjadi di Twitter.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengembang Twitter coba melakukan beberapa kebijakan.

Yang terbaru di tahun 2017 ini, Twitter mencoba untuk menerapkan peraturan “time out” yang akan ditujukan bagi akun-akun yang dianggap melakukan perilaku-perilaku abusif.

Perilaku abusif dan negatif di Twitter

Penerapan fitur baru time out ini menjadi cukup penting untuk diterapkan Twitter.

Perilaku-perilaku abusif seperti pencemaran nama baik, sumpah serapah, hingga intimidasi sudah tidak dapat ditolerir lagi.

Jumlah pengguna yang banyak, dan semakin bertambah dari hari ke hari yang telah mencapai angka jutaan hingga saat ini, membuat Twitter cukup kesulitan untuk mengatur perilaku para penggunanya.

Seringkali perbuatan-perbuatan  tidak menyenangkan dilakukan oleh para pengguna yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut bisa saja terjadi baik antar pribadi, yang kemudian dapat berimbas menjadi antar kelompok, atau bahkan lintas negara.

Intimidasi-intimidasi yang tidak jarang berbau SARA tentu akan berdampak sangat mengganggu bagi pengguna Twitter.

Tidak hanya pengguna yang terkait langsung dengan percakapan tersebut, tapi juga pengguna lain yang mungkin secara tidak sengaja membaca hal tersebut, dan merasakan ketidaknyamanan karenanya.

Apalagi jika hal tersebut berbau politik, atau terkait dengan urusan suatu negara, sehingga membuat perilaku-perilaku abusif yang berkaitan dengan hal tersebut akan turut pula mengancam stabilitas negara. Atau setidaknya akan membuat gaduh warga negaranya.

Baca Juga:

Twitter semakin serius menindak akun-akun baru yang membuat gaduh, melakukan penyalahgunaan, dan mengganggu pengguna yang lain karena perilaku abusif yang dilakukannya.

Kasus Akun FPI dan Habib Rizieg Diblokir Twitter

Nah, belum lama ini akun yang disuspen oleh twitter di Indonesia adalah akun Organisasi Massa FPI dan Pimpinannya Habies Rizieq Syihab.

Akun milik Front Pembela Islam (FPI) yang meliputi: @HumasFPI  dan @DPP_FPI di blokir oleh Twitter pada tanggal 16 Januari. Selain itu akun @syihabrizieq yang merupakan milik pimpinan FPI Rizieq Syihab juga telah diblokir.

Akun FPI yang Kena Suspen Twitter

Akun FPI yang Kena Suspen Twitter @arah

Pemblokiran ini diduga terkait dengan ciutannya yang bernada keras dan mungkin diangggap mengganggu stabilitas serta keamanan.

Pemblokiran dilakukan saat terjadinya aksi FPI di Jawa Barat lalu, dimana mereka menuntut Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan untuk dicopot.

Terlepas dari isu politik maupun isu yang lainnya, ini adalah salah satu sinyal keras dari twitter bagi penggunanya.

Fitur Baru ‘Time out’ Siap Memblokir Perilaku Negatif

Peraturan fitur time out ini diterapkan dengan cara memberhentikan sementara akun-akun yang dianggap mengganggu dalam periode waktu tertentu.

Lamanya periode pemberhentian atau pembatasan akun ditentukan berdasarkan dari tingkat pelanggaranya.

Semakin berat penyalahgunaan yang dilakukan, maka semakin lama pelarangan aktif untuk akun tersebut.

Bahkan apabila hal tersebut dilakukan berulang-ulang, tidak tertutup kemungkinan akun negatif ini akan diblokir untuk selamanya.

Penentuan pemblokiran sementara akun ini dilakukan dengan bebrapa metode.

Metode tersebut utamanya berkaitan dengan penilaian dari kata-kata yang dipakai pengguna.

Kata-kata yang bersifat agresif dan cendenrung mengintimidasi pengguna lain akan sangat besar kemungkinanannya untuk terkena kebijakan fitur time out ini.

Time out juga dapat dilakukan karena laporan-laporan dari pengguna. Semakin banyak laporan yang masuk, maka semakin besar pula kemungkinan time out tersebut diberlakukan.

Media sosial berlogo burung ini akan semakin serius menanggapi dan mengawasi setiap perilaku yang dianggap agresif dan tidak menghormati hak-hak orang lain.

Kebijakan time out menjadi salah satu peringatan untuk mereka yang selama ini memakai akun Twitter-nya untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji tersebut.

Pemblokiran sementara akibat kebijakan dari fitur  time out diharapkan akan membuat pengguna mejadi jera dan tidak mengulangi perbuatan buruknya tersebut.

Ancaman time out diharapkan akan membuat pengguna lebih hati-hati dalam mengeluarkan cuitannya.

Mencegah online bullying

Online bullying sudah tidak aneh lagi terjadi di Twitter.

Akun yang secara konstan melakukan perilaku negatif terhadap akun lain,  yang tidak memfollownya, itu menjadi indikasi kuat terjadinya online bullying.

Beberapa publik figur, ataupun pejabat pemerintahan, biasanya menghadapi situasi tersebut. Dengan jumlah fans maupun haters yang banyak, membuat mereka menjadi sasaran empuk untuk menjadi korban online bullying.

Umumnya perkataan-perkataan tidak menyenangkan dengan melakukan mention atau juga hashtag terhadapa para publik figur akan dilakukan secara masif pada periode tertentu.

Hal tersebut dilakukan biasanya akibat dari perilaku publik figur tersebut yang mungkin tidak disukai.

Twitter sebagai pihak pengelola tentu memiliki kewajiban supaya wadah yang disediakannya ini agar teta sehat dan tidak mengganggu hak-hak orang lain.

Baca Juga:

Kebijakan dari fitur time out ini, selain memblokir untuk sementara waktu akun yang bertindak abusif, juga akan membatasi beberapa cuitannya untuk dilihat orang lain.

Cuitannya yang ditujukan dengan cara mention atau memasang hashtag tertentu terhadap pengguna lain yang bukan followernya, saat dilakukannya time out ini tidak dapat muncul dan dibaca oleh pengguna yang lain.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying khususnya terhadap para publik figur.

Pendapat sah-sah saja untuk diutarakan, tapi tentu harus tetap dengan menjunjung tinggi etika dan norma kesopanan.

Pendekatan baru Twitter

Seiring makin besarnya Twitter, tantangan yang dihadapi media sosial ini juga semakin besar.

Pendekatan dengan cara menerapkan fitur “time out” ini menjadi salah satu cara yang coba diterapkan oleh Twitter sebagai salah satu solusinya.

Seperti diutarakan oleh CEO Twitter, Jack Doresey, dalam cuitannya menyebutkan bahwa langkah ini adalah salah satu pendekatan baru yang diterapkan oleh perusahaannya untuk para pengguna bersifat negatif dan abusif yang ada di Twitter.

Jack Dorsey

Jack Dorsey @startupitalia

Pendekatan ini memang diperlukan, supaya “lingkungan” twitter dapat terjaga kenyamanan dan keamanannya untuk para pengguna.

Terlalu banyak pesan SARA dan intimidatif tentu saja akan membuat buruk citra Twitter secara keseluruhan, dan sepertinya Jack Doresey sangat memahami hal tersebut.

Namun demikian, selaku CEO, Jack Doresey masih sangat terbuka dengan berbagai saran yang ia terima terkait dengan hal tersebut.

Apabila memang ada saran yang dianggap positif, maka saran tersebut akan sanbat dipertimbangakan untuk kebijakan-kebijakan perusahaannya di masa yang akan datang.

Tidak tertutup kemungkinan kebijakan time out ini akan berubah atau dimodifikasi di masa yang akan datang.

Hal tersebut tergantung dari kondisi selanjutnya, serta tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang yang mungkin berbeda dengan kondisi saat ini.

Twitter Mencoba Melindungi hak-hak penggunanya

Untuk Anda para pengguna aktif Twitter, tidak perlu terlalu khawatir dengan diterapkannya aturan time out ini.

Terlebih jika memang Anda adalah pengguna yang ramah, dan tidak suka mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kasar dan menyerang pengguna lain.

Kalaupun secara tidak sengaja Anda melakukannya, Twitter tidak serta merta melakukannya dengan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pengguna akan diberikan email untuk memberitahu hal tersebut.

Email tersebut akan berisi beberapa poin penting terkait kebijakan Twitter untuk menjaga halamannya dari tindakan-tindakan yang abusif.

Lau disertakan juga di akhir kalimatnya beberapa hala yang menjadi alasan mengapa akun Anda untuk sementara diblokir.

Time out ini mungkin kelanjutan dari aksi sebelumnya, yang melakukan pelarangan atai pembatasan terhadap cuitan ofensif yang ditemukan dalam percakapan.

Yang terpenting adalah Twitter mencoba untuk tetap melindungi hak-hak penggunanya.

Hal tersebut berlaku untuk semua penggunanya, termasuk yang sedang merasakan akunnya di-time out oleh pihak Twitter.

Selama perilaku akun tersebut dapat lebih baik dan hati-hati kedepannya, dipastikan pemblokiran semacam ini tidak akan lagi dirasakan oleh pengguna tersebut.

Fitur “Time out” Ternyata memunculkan pro dan kontra

Sebuah maksud yang baik terkadang juga memiliki beberapa sisi kelemahan.

Hal ini terjadi pada kebijakan time out yang dilakukan oleh Twitter.

Maksud yang sangat baik, yaitu untuk elindungi hak-hak para penggunanya ini, di sisi lain membuat beberapa pengguna justru mengeluhkan kebijakan ini.

Dengan semakin diawasinya perilaku dan cuitan para pengguna Twitter, beberapa pengguna mulai mengeluhkan kebebasan berekspresi mereka yang kian terbatasi di media sosial ini.

Beberapa diskusi menggambarkan hal tersebut.

Mereka cukup kecewa dengan kebijakan time out ini, yang dianggap sebagai pembatasan terhadap kebebasan mereka.

Beberapa diantara pengguna meragukan independensi dari Twitter dalam memilah mana yang dianggap sebagai perilaku abusif dan mana yang bukan.

Hal tersebut misalnya dapat terjadi ketika penggunanya melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Batas-batas dalam menyampaikan kritik tersebut menjadi tidak terlalu jelas, sehingga pengguna khawatir kritik yang sebenarnya baik tersbut justru dianggap sebagai sebuah perilaku abusif yang menyebabkan akunnya diblokir.

Walaupun mereka juga menyadari akan pentingnya kebijakan ini, mungkin mereka masih menginginkan statement yang lebih jelas terkait dengan kebijakan pemblokiran sementara ini.

Hal tersebut diperlukan supaya pengguna dapat lebih baik dalam memahami kebijakan time out ini dan dapat diterapkan secara baik dalam prakteknya nanti.

Akun Anda Disuspen/Diblokir Twitter? Ini Cara Mengatasinya

Selain perilaku abusif dan negatif, ada hal lain yang dapat menyebabkan akun kita diblokir atau disuspen oleh twitter, seperti: Melakukan Spamming (nyampah), Melakukan Follow/ Unfollow terlalu banyak dalam waktu singkat, serta Diblokir oleh orang banyak sekaligus.

Baca Juga:

Saat anda diblokir oleh twitter, apa yang seharusnya dilakukan?

Tenang, dan lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Pertama masuk ke: support.twitter.com/forms/general?subtopic=suspended
  • Pada Regarding pilih Suspended Account dan Pada subject isikan : Akun Suspended
  • Pada description problem isi: Dear twitter, exposed to suspend my account. and I apologize if I am wrong in using twitter. but I do not understand what the error to my account suspended. help me so that my account could be in use again, because this account is the account belongs to the community. thanks very much
  • Pada full name, isikan dengan nama lengkap sesuai akun Anda.
  • Pada Twitter username isikan dengan user name anda contohnya : @ediharjo
  • Phone number : (isi dengan nomor handphone Anda) contoh : 0812698333xxx

Setelah melakukan semua langkah diatas dengan benar, tunggu sampai twitter mengirimkan pesan ke email Anda. Inbox menjelaskan tentang kesalahan anda dan meminta anda untuk mereplay email tersebut. Untuk replay tinggal balas dengan : I admit to having made ​​mistakes, I will not repeat it

 Setelah anda membalas emailnya tersebut, maka akun kita akan bisa digunakan atau akses lagi. Hal ini tentu sesuai dengan tingkat kesalahan kita.

Jika masih bisa dimungkinkan untuk dibuka kembali, maka twitter akan mengaktifkan akun kita. Namun jika akun kita dirasa membahayakan seperti mengancam stabilitas dan keamanan, maka akun tidak akan pernah diaktifkan kembali.

Stop perilaku negatif dan abusif di dunia maya!

Poin penting yang ingin disampaikan Twitter dengan diberlakukannya kebijakan time out ini adalah supaya para penggunanya dapat lebih menghormati satu sama lain.

Berbeda pandangan adalah hal yang biasa, dan menyampaikannya tentu bukan hal yang terlarang.

Akan tetapi dalam penyampaiannya tersebut diharapkan tetap dalam koridor yang positif.

Norma dan etika harus tetap terjaga dengan baik. Kebijakan time out ini hanyalah salah satu cara yang ditempuh Twitter untuk menjaga kenyamanan dan melindungi hak-hak para penggunanya.

Tentu yang paling utama adalah kesadaran dari pengguna itu sendiri.

Sejauh mana dia bisa mengontrol dirinya sendiri untuk berperilaku baik dan sopan terhadap orang lain. Setiap orang memiliki kepentingannya masing-masing yang perlu dihormati.

Pemilihan kata dan penyampaian kritik kepada siapapun merupakan hak dan tanggung jawab dari setiap pengguna.

Peraturan baru ini juga mengajak para penggunanya untuk bersama-sama memerangi perilaku abusif di dunia maya.

Para pengguna diharapkan turut aktif untuk melaporkan perilaku abusif atau online bullying yang terjadi di halaman Twitternya.

Laporan-laporan ini akan menjadi dasar pengelola Twitter untuk mengambil tindakan selanjutnya terhadap akun tersebut.

Apabila memang akun tersebut terindikasi melakukan tindakan bullying, maka Twitter akan melakukan tindakan selanjutnya yang memang diperlukan.

Salah satunya dengan pemblokiran, baik yang bersifat sementara maupun permanen.

Semoga kita semakin cerdas dalam menggunakan sosial media. Semoga Bermanfaat.

tags: ,

Komentar ditutup.