Home » Masa Depan » 6 Teknologi Canggih Asli Buatan Mahasiswa Indonesia, Keren!

6 Teknologi Canggih Asli Buatan Mahasiswa Indonesia, Keren!

Sabtu, Maret 18th 2017. | Masa Depan, Sains

Kecanggihan teknologi telah membuat segala aktivitas menjadi lebih mudah. Perkembangannya yang begitu pesat membuat segala macam kegiatan dilakukan dengan lebih praktis.

Umumnya, perkembangan teknologi terjadi di Amerika ataupun Eropa, di mana perkembangan teknologi berlangsung begitu pesat dibandingkan dengan daerah lain di dunia.

Namun demikian, hal tersebut bukan berarti penemuan-penemuan alat baru hanya terjadi di Eropa ataupun Amerika saja. Penemuan alat multi guna juga dapat muncul di negara-negara berkembang. Salah satunya di Indonesia.

Perkembangan riset dan teknologi di dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di level perguruan tinggi, menjadi lingkungan yang cocok bagi para mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Tak terkecuali di bidang teknologi.

Beberapa tahun belakangan ini semakin sering muncul kreatifitas-kreatifitas mahasiswa dalam bidang teknologi, dan memunculkan berbagai penemuan baru. Penemuan tersebut umumnya memiliki manfaat yang luar bisa untuk masyarakat, sehingga memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan lebih lanjut.

Baca: 

Tidak sedikit pula karyanya tersebut mendapatkan apresiasi dari pihak luar negeri, yang dibuktikan dengan pemberian anugerah ataupun penobatan karya tersebut sebagai yang terbaik pada kompetisi internasional.

Apa saja sih alat-alat canggih yang telah diciptakan mahasiswa Indonesia? Yuk simak beberapa daftarnya di bawah ini!

Senjata perang sistem otomatis (Achmad Zainuddin)

Karya anak bangsa pertama yang akan kita bahas yaitu senjata perang sistem otomatis dari Achmad Zainuddin. Seperti sudah terdengar dari namanya, produk yang dihasilkan yaitu alat untuk keperluan militer.

Karya dari mahasiswa jurusan teknik informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini cukup mendapatkan banyak apresiasi, khususnya dari pemerintah. Senjata perang buatannya ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan senjata-senjata lainnya.

Senjata ini memakan waktu pembuatan selama kurang lebih 6 bulan. Berbekal kreativitas dan modal yang dimilikinya, senjata perang sistem otomatisnya tersebut akhirnya tercipta dan diperkenalkan sekitar tahun 2015 yang lalu.

Senjata canggih tersebut merupakan sebuah sistem mobile robot pengendali. Sistem ini membuat senjata ini dapat dikendalikan secara jarak jauh. Alat ini dapat menjadi senjata rahasia bagi para tentara ketika akan menyerbu musuh.

Achmad Zainuddin Dan Teknologi Senjata Perangnya

Achmad Zainuddin Dan Teknologi Senjata Perangnya

Alat yang memang khusus dibuat untuk keperluan militer ini dilengkapi dengan beberapa teknologi yang cukup canggih didalamnya.

Beberapa komponen penting yang ada didalamnya yaitu kamera ukuran kecil untuk melihat (penginderan), serta mikroprosesor sebagai unit analisis, atau ‘otak’. Kedua bagian ini adalah bagian terpenting dan yang paling membuat istimewa senjata buatan mahasiswa Indonesia ini ketimbang jenis senjata lain.

Senjata anyar ini dapat mengawasi gerak-gerak musuh dari kejauhan, atau juga bisa menjadi sebuah alat pengintai ketika akan melakukan penyerangan ke wilayah musuh.

Benda ini dirancang untuk bersifat mobile supaya mudah dibawa dan lincah untuk dioperasikan. Senjata juga memiliki pergerakan yang fleksibel karena dapat bergerak ke segala arah. Karakter tersebut membuat gambar yang ter-cover melalui kamera yang terpasang pada alat ini menjadi lebih luas.

Senjata dapat digerakkan dengan mikro controller yang dikendalikan secara jarak jauh dengan  control joystick wireless. Bisa jadi senjata ini akan menjadi salah satu andalan tentara kita untuk menjaga pertahanan negara ini.

Robot Tank War-V1 (Bachtiar, Adhitya, Iqbal)

Masih seputar teknologi untuk kebutuhan militer, satu lagi produk bikinan anak bangsa tercipta dan menyedot cukup banyak perhatian. Adalah tiga orang mahasiswa, yaitu Bachtiar Dumais Laksana, Adhitya Whisnu Pratama, dan Muhammad Iqbal yang menjadi perancang robot canggih bernama robot tank War-V1.

Mahasiswa Teknik Elektro Institut 10 November (ITS) tersebut menciptakan sebuah tank berukuran mini yang dapat dikendalikan tanpa awak. Ukuran yang kecil tersebut dimaksudkan untuk mempermudah penyerangan ke wilayah lawan. Karena biasanya, tank pada umumnya memiliki ukuran yang terlalu besar karena sekaligus mengangkut penumpang di dalamnya.

 

Robot Tank War-V1

Robot Tank War-V1

 

Tank War-V1 ini dapat dikendalikan jarak jauh dan memiliki senapan mesin untuk melawan musuh. Ukuran kecil ini membuat Tank War-V1 dapat bergerak dengan gesit dan langsung menuju ke titik-titik yang diinginkan.

Salah satu kelebihan dari senjata ini yaitu sifatnya yang ramah lingkungan. Hal tersebut karena mesin dari robot ini yang bersifat hybrid, yang memang ramah bagi lingkungan.

Untuk ke depannya, Tank War-V1 ini akan ditambahkan dengan beberapa macam jenis senjata lain, seperti roket dan pelontar granat. Saat ini Tank War-V1 masih dalam tahap pengembangan, dan belum diproduksi dengan jumlah yang besar.

Charger ponsel tanpa listrik (Yofrizal, Muansher, Norwenda)

Teknologi smartphone juga menjadi salah satu perhatian dari para kreator muda di Indonesia. Penggnaannya yang masif dan populer menjada alasannya

Mahasiswa dari Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, yaitu Yofrizal Alfi, Marwan Muansher, dan Norwenda Tri Harnas mengembangkan sebuah charger ponsel tanpa listrik.

Tiga orang mahasiswa UGM tersebut menciptakan teknologi untuk alternatif pemenuhan energi pada smartphone yang diberi nama ‘Chas Cha Sun’. Alat ini berguna untuk melakukan pengisian daya baterai sebuah ponsel dengan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi.

Ide awal penciptaan karya ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap kebutuhan energi yang semakin tinggi namun persediaan semakin berkurang. Apalagi di Indonesia ini yang beberapa daerahnya terancam mengalami krisis energi. Chas Cha Sun ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

Carger Buatan Mahasiswa Teknik UGM

Carger Buatan Mahasiswa Teknik UGM

Chas Cha Sun dilengkapi dengan teknologi photovoltaic. Sistem teknologi ini juga membuat proses pengisian daya tidak menghasilkan emisi terhadap lingkungan, sehingga bersifat ramah lingkungan.

Sel photovoltaic yang ada pada alat ini dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Hal tersebut cukup inovatif, mengingat di Indonesia saat ini penggunaan energi cahaya matahari sembagai sumber energi masih belum terlalu banyak dilakukan. Berbeda dengan beberapa negara maju yang telah melakukan hal ini.

Baca Juga:

Alat ini bersifat portable, sehingga praktis untuk dibawa dan digunakan. Hal lain yang menarik dari alat ini yaitu penggunaan dayanya dapat di set sesuai keinginan penggunanya.

Chas Cha Sun ini masih terus dikembangkan lebih lanjut. Alat ini akan diproduksi dengan jumlah yang banyak ketika proses penyempurnaan teah selesai dilakukan.

Alat terapi stroke I-Rebot (Tim Mahasiswa UGM)

Sekelompok mahasiswa UGM,  Yaoti Yulisyah Putri Daulay (Teknik Industri), Ragil Sulistyo (Teknik Mesin), Muhammad Nabil Satria Faradis (Teknik Mesin), Hamzah Muhammad (Kedokteran Umum), Rizka Islami Ratnasari (Teknik Industri) menciptakan sebuah alat yang sangat bermanfaat di bidang kesehatan.

Alat tersebut diberi nama Rehabilitation Robot for Foot (I-Rebot). Alat ini merupakan alat yang bermanfaat untuk membantu para pasien untuk terapi stroke.

Ide awal perancangan alat tersebut yaitu untuk membantu para pasien stroke dalam melakuakn terapi. Alat terapi stroke saat ini umumnya berupa mesin CPM (Continuous Passive Motion) yang memiliki harga mahal dan sulit didapatkan di Indonesia, karena merupakan barang impor.

Alat terapi stroke I-Rebot

Alat terapi stroke I-Rebot

I-Rebot memiliki bentuk praktis dan ergonomis. Ukuran dari alat ini disesuaikan dengan ukuran tubuh orang Indonesia. Dari segi harga, I-Rebit memiliki harga yang relatif terjangkau dibadingkan dengan alat-alat terapi yang lain.

I-Rebot ini terhubung dengan smartphone, sehingga memudahkan dalam pemantauan perkem-bangan proses terapi. Dilengkapi juga dengan aplikasi medical reminder, sehingga pengaturan jadwal terapi dapat dengan mudah untuk dilakukan.

Untuk saat ini, I-Rebot baru dikembangkan untuk fisioterapi bagian engkel kaki. Pada tahapan selanjutnya, alat ini akan terus dikembangkan untuk melakukan fisioterapi bagian tubuh yang lain.

Robot pemadam kebakaran (Tim Mahasiswa Unissula)

Mahasiswa Universitas Islam Agung (Unissula) Semarang juga tidak ingin kalah dengan mahasiswa dari universitas lain dalam menciptakan sebuah karya.Tim robotik Teknik Elektro Teknologi Industri, yang terdiri dari Faizal Aminuddin Aziz, La Ode Muhamad Idris, Ahmad Zuhri menciptkan sebuah robot pemadam kebakaran.

Robot buatan mereka tersebut terbukti kualitasnya dengan menjuarai beberapa kompetisi yang diselenggarakan di tingkat regional mauapun nasional.

Robot pemadam kebakaran ini juga diikutsertakan dalami Trinity College Fire Fighter Home Robit Contest yang diselenggarakan di Amerika  Serikat.

Robot pemadam kebakaran

Robot pemadam kebakaran

Dalam kompetisi tersebut, terdapat empat jenis robot yang dibuat, yaitu Khaum 1 dan Khaum 2 (jenis beroda), serta Sultan Agung 1 dan Sultan Agung 2 (jenis berkaki).

Robot ini memiliki tanggap yang cepat dalam memadamkan api di rumah. Pengembangan alat ini terus dilakukan untuk semakin menyempurnakan kualitasnya.

Mesin pencari Geevv (Azka Slimi)

Berbicara soal mesin pencari, tentu akan sangat lekat dengan mesin pencari terpopuler di dunia, yaitu Google. Namun, tahukan Anda jika Indonesia pun juga memiliki mesin pencari hasil karya kreator lokal.

Mahasiswi Universitas Indonesia Azka Slimi mengembangkan sebuah mesin pencari yang diberi nama Geevv. Yang unuk dari mesin pencari ini yaitu tujuannya, di mana sebagian besar keuntungan yang didapat dari startup ini akan didonasikan untuk kepentingan sosial.

Azka Slimi sendiri memiliki ketertarikan terhadap kegiatan sosial dan isu lingkungan. Ide untuk membuat Geevv ini muncul ketika mahasiswi cantik ini  mengikuti sebuah seminar startup.

Seminar tersebut membuatnya terinspirasi untuk membuat sebuah mesin pencari sebagai alat untuk melakukan donasi, yang dia sebut sebagai socal search engine.

Mesin Pencari Geevv

Mesin Pencari Geevv

Geevv sendiri mulai beroperasi pada tahun 2016 lalu. Seperti yang sudah disebutkan, mayoritas keuntungan yang didapatkan akan disumbangkan untuk program sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Sebagian besar keuntungan di dapat dari iklan yang terpasang pada mesin pencarian ini. Secara presentase, 20 % keuntungan yang didapat dipakai untuk operasional perusahaan, sedangkan 80 % lainnya untuk didonasikan kepada yang membutuhkan.

Angka donasi ini akan bertambah setiap pengguna melakukan pencarian melalui Geevv, dan angkanya akan ditampilan pada layar, sehingga penggunanya mengetahui seberapa banyak donasi yang telah ia kumpulkan.

 

Itulah tadi beberapa alat dan teknologi  canggih yang dibuat oleh mahasiswa asal Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa karya anak bangsa sebenarnya tidak kalah kelas dengan mahasiswa dari negara-negara lain.

Yang terpenting adalah bagaimana usaha mereka untuk mewujudkan ide mereka tersebut, dan segera beraksi. Pemerintah juga perlu mendukung para mahasiswa untuk berkarya dan melakukan riset terkait dengan teknologi ini, karena memang negara ini memiliki potensi untuk menciptakan alat-alat tersebut.

Diharapkan dengan semakin banyaknya penemuan-penemuan yang dilakukan oleh anak bangsa, akan turut pula membantu kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya menjadi semakin baik berkat adanya teknologi yang canggih disekitarnya.

tags: ,

Komentar ditutup.